Bukan Obituari Hifni

CeritaLeave a Comment on Bukan Obituari Hifni

Bukan Obituari Hifni

Kabar itu datang saat pagi, berita kepulanganmu pada pemilik hati. Kita berteman belum lama, pun tidak dekat sebenarnya. Perjumpaan yang terlalui saat lampau tak bisa menghabiskan hitungan jari. Namun kepergianmu selepas subuh di atas aspal mengejutkan banyak manusia, termasuk aku yang mendapat kabar itu di papan kaca.

Tetap saja buatku kau kawan yang sangat berkesan, orang pertama yang menyapaku saat aku orang baru datang dalam sebuah perkumpulan. Kau pula orang pertama yang mengajaku berbincang seperti kawan lama meski itu perjumpaan pertama.

Kematian terkadang datang begitu unik, setiap kematian bisa saja bernilai sama sebagai sebuah kehilangan, tapi kepergian yang begitu-tiba-tiba memiliki daya hentak yang berbeda. Hentakan yang bisa mengubah banyak hal.

Hifni, aku bahkan tak ingat berapa kali kita berjumpa pula tak tersimpan dalam kepala kapan terakhir kita bertatap muka. Yang tersimpan ingatan tentangmu hanya senyuman yang tipis terjuntai dari bulat dan padatnya wajahmu. Tak sulit mengingat raut wajahmu pria muda penuh tawa.

Panggilan itu bisa datang kapan saja, kini dirimu esok hari bisa saja aku. Tak mengenal kala, tak mengerti pagi atau senja, tak mengenal usia, saat muda atau ketika menginjak tua.

Kadang merasa kau terlalu muda untuk pergi, terlalu muda untuk melihat sesuatu yang pernah kau rintis akan menjadi besar kelak. Suatu ketika kupikir di masa depan engkau akan kembali ketempat dimana kau rintis sesuau yang besar, datang sebagai seorang kakak yang akan banyak bisacara di depan adik-adikmu sambil tertawa ditemani secangkir kopi. Tapi Yang Maha Kuasa punya garis cerita yang berbeda.

Hidup memang misteri yang kuasa, Allah lebih memilihmu untuk pulang terlebih dahulu. Tapi begitulah Qada dan Qodar bekerja, tak satupun manusia tahu.

Seperti sepenggal Syair dari Puisi Soe Hok Gie

Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

Selamat jalan kawan, beristirahatlah dengan tenang, teriring doa terlantun untukmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top