Kampanye Politik Digital Trump, Strategi Gila Project Almo

Headline political digital campaignLeave a Comment on Kampanye Politik Digital Trump, Strategi Gila Project Almo

Kampanye Politik Digital Trump, Strategi Gila Project Almo

Saat bisnismen cum selebriti Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, banyak orang merasa kaget. Bagaimana mungkin seroang newcomer di poltik sekaligus “badut” televisi bisa memenangkan pemilihan untuk jadi presiden dari partai konvervatif.

Makan munculah beragam tuduhan yang muncul pada Trump dan tim kampanyenya, yang paling disorot adalah proses kampanye digital yang dilakukan. Kampanye digital adalah keseluruhan proses kampanye Trump di dunia online termasuk social media.

Keberhasilan Trum harusnya membuka mata kita semua bahwa ere kampanye sudah berubah. Bisa dikatakan Kampanye Trump adalah salah satu contoh paling sukses sepanjang sejarah kampanye politik digital. Meskipun itu sangat kontroversial, namun taka da yang menyangkal bahwa kampanye pemilihan presiden AS yang dilakukan Trump sangat efektif.

Kesuksesan itu bahkan membuat facebook menjadi “tersangka” dan Mark harus bolak-balik disidang Kongres Amerika. Tuduhan itu dikarenakan media iklan facebook menjadi lapangan kurusetra yang sangat sadis di amerika.  apalagi setelah bocornya kasus Cambridge analytica yang membuat seluruh warga amerika meradang.

Ada satu nama penting dibalik keberhasilan kampanye politik digital Trum, dia adalah founder Giles-Parscale sekaligus CEO digital campaign Trump: Brad Parscale. Tim Trump digital Trump yang bermarkas di San Antonio berisi lebih dari 100an orang staf, mulai dari copywriter, developer web, desain, data saintis, hingga admin oprator.

Bekerja sama dengan Trump sebagai salah satu lingkaran dalamnya, Parscale adalah salah satu dari sedikit orang yang diizinkan untuk men-tweet dari akun Twitter pribadi Presiden, @realDonaldTrump.

CEO Cambridge Analytica/Getty Image

Bagi Brad, apa yang dilakukannya tidaklah “magic” dan rahasia baik itu startegi mapun pencapainyya. Apa yang dilakukannya pada dasaranya sama saja dengan apa yang dilakukan pada produk komersial, hanya saja dengan bentuk (produk politik) dan dana sumbangan  yang lebih besar. Besarnya dana yang dimiliki Trump membuat Brad memiliki banyak kesempatan untuk membakar uang dan melakukan ekslorasi dan eksploitasi duni digital.

Baca Juga:  Iklan Digital akan Mengubah Kampanye Politik Lokal

Kampanye Trump dimulai dengan investasi sekitar $2 juta di iklan facebook. Yang dilakukan awalanya adalah mentarget mereka yang menjadi pendukung utama trump, menemukan mereka dan menginventarisirnya di database. Lalau melakukan penargetan pada orang yang memiliki kesamaan dengan pendukungnya, baik secara aktivitas dan demografi. “looklike” atau pemirsa serupa ini adalah kunci keberhasilan kampanye trump.

Apalah Cuma itu? Jawabannya jelas tidak. Untuk melakukannya Tim digital Trump memproduksi puluhann ribu halaman web, termasuk ratusan website yang dikelola dengan pentargetan yang berbeda sesuai isu dan  demografi sasarannya. Secara ekseluruhan tim kampanye digital Trump memproduksi lebih dari 100K + berbagai konten baik berupa, audio, video, desain, foto, meme, artikel, hingga infografis secara tersetruktur dan massif.

Itu yang legal dan resmi, dan itu tentu saja tidak cukup. Berbagai macam konten yang diangga “tidak resmi” bermunculan sebagai kontra intelejen terhadap lawannya Hillary. Meskipun susah dibuktikan, konten-konten negative tentang Hillary menyerang konstituen istri dari bill Clinton secara besar-besaran. Di ujung kahir kampanye trump menggunakan demografi ras afrika-amerika sebagai sasaran gencar iklannya. Kemampuan iklan di facebook untuk menjangkau ras/suku/bangsa seperti hispanik, afro-amerika, amerika, latin dll dianggap diskriminatif.

Efeknya trump menggunakan trik ini untuk menjangkau setiap konstituen sesuai isunya masing-masing. Brad menyebut, kunci kemenangan Trump di injury time adalah kemampuan menarik afrika-amerika ke basis masa trump dengan serangan iklan dan konten tiada henti.

Brad Parscale/reddit

Tim Trump menyebarkan basis data kustomnya, dengan nama kode Project Alamo, yang menampilkan informasi identitas mendetail untuk 220 juta orang Amerika dan berisi sekitar 4.000 hingga 5.000 poin data individu tentang kehidupan online dan offline setiap orang. Dengan Project Alamo sebagai amunisi, tim operasi digital Trump diam-diam melaksanakan strategi bertahan digital besar-besaran menggunakan iklan Facebook yang ditargetkan untuk ‘melarang’ pendukung Hillary Clinton untuk memilih. Kampanye Trump membakar uang dan sebagian besar sumber daya ke iklan politik di Facebook, Instagram, Facebook Audience Network, dan mitra data-broker Facebook.

Beberapa dari iklan-iklan ini dikatakan telah dikirim melalui Facebook “posting gelap” – posting yang dibayar non publik hanya diperlihatkan kepada pengguna tertentu untuk mengeksploitasi perbedaan agama dan ras. Di sinilah itu menjadi rumit. Banyak dari jenis iklan ini, dilaporkan dibuat oleh Rusia untuk merusak pemilihan dan menguntungkan Trump.

Secara total, kampanye Trump menghabiskan sekitar $ 70 juta per bulan dalam iklan, jauh lebih banyak daripada lawan Demokratnya Hillary Clinton. Dan dalam hal ini, kami percaya bahwa pemasaran digital benar-benar membuat perbedaan dalam pemungutan suara akhir yang sangat dekat. Pada Hari Pemilihan, pemilih Demokrat secara mengejutkan lemah, terutama di antara pemilih sporadis dan pemula di wilayah medan perang utama.

Mungkin ada beberapa berita palsu di Facebook, tetapi kekuatan platform iklan Facebook untuk mempengaruhi pemilih sangat nyata. Ini adalah kisah tentang bagaimana kampanye Trump menggunakan data untuk menargetkan warga Amerika keturunan Afrika dan wanita muda dengan $ 150 juta dolar iklan Facebook dan Instagram dalam minggu-minggu terakhir pemilihan, secara diam-diam meluncurkan operasi penindasan pemilih digital paling sukses dalam sejarah Amerika.

Selama kampanye, Presiden-Terpilih Donald J. Trump dengan cerdik menginvestasikan iklan Facebook untuk menjangkau pendukungnya dan meningkatkan donasi kampanye. Menghadapi jatuhnya momentum dan dukungan pemilih dalam jajak pendapat, kampanye Trump menyebarkan basis data kustomnya, bernama Project Alamo, yang berisi profil identitas terperinci pada 220 juta orang di Amerika.

Serangan besar pada Voter Hillary

“Kami memiliki tiga operasi serangan pemilih utama yang sedang berjalan,” seorang pejabat senior Trump menjelaskan kepada wartawan dari BusinessWeek. Mereka ditujukan untuk tiga kelompok yang jadi basisi konstituen Hillary: kaum liberal kulit putih yang idealis, wanita muda, dan orang afro-amerika. ”

Tujuannya adalah untuk menekan total suara Hillary Clinton. “Kami tahu karena kami mencontohkan ini,” kata pejabat senior Trump. “Ini akan secara dramatis mempengaruhi kemampuannya untuk mengubah (pilihan) orang-orang ini.”

Misalnya, tim digital Trump menciptakan animasi South Park-style dari Hillary Clinton yang mengantarkan garis “predator super” (menggunakan audio dari suaranya yang asli tahun 1996), ketika teks kartun muncul di sekitarnya: “Hillary Thinks African Americans adalah Predator Super . ”Lalu, iklan politik” predator super “Trump dikirim ke pemilih Afrika Amerika tertentu melalui Facebook ” dark post “- posting yang dibayar non publik hanya ditampilkan kepada pengguna Facebook yang dipilih Trump.

Facebook menolak untuk merilis salinan iklan “Hillary Thinks African Americans are Super Predators”, atau iklan politik ‘negatif’ lainnya yang ditayangkannya. Facebook juga menolak untuk merilis rincian tentang jenis kelamin, etnis, atau parameter penargetan lokasi dari iklan ini. Hingga peninjauan lebih lanjut, tidak pasti apakah iklan politik bertarget ini sepenuhnya sesuai dengan hukum federal amerika.

Platform iklan Facebook dengan penargetan etnis ini mendapat kecaman dari Kongres karena mengizinkan pengiklan untuk menargetkan orang Afrika Amerika, Amerika Asia, Hispanik, dan “etnisitas afinitas” lainnya. Menghadapi gelombang kritik, Facebook mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan membangun sistem otomatis yang akan lebih baik menempatkan iklan yang melakukan diskriminasi secara ilegal. Facebook kini sudah memperbaharui kebijakan privasinya, sekaligus sudah mengubah setting iklan dan kebijakan iklan untuk iklan politik melalui facebook.

Kemenangan Trump membuktikan kekuatan platform periklanan Facebook untuk mempengaruhi pemilihan.

Membangun Proyek Alamo Database

Di bawah bimbingan Jared Kushner, penasihat kampanye senior dan menantu Presiden Trump, Parscale secara diam-diam mulai membangun daftar pendukung Trump sendiri. Database revolusioner Trump, bernama Project Alamo, berisi identitas 220 juta orang di Amerika Serikat, dan sekitar 4.000 hingga 5.000 poin data individu tentang kehidupan online dan offline setiap orang. Didanai sepenuhnya oleh kampanye Trump, basis data ini dimiliki oleh Trump dan terus ada.

Database Project Alamo Trump juga memberikan data eksternal dalam jumlah besar, termasuk catatan pendaftaran pemilih, catatan kepemilikan senjata, sejarah pembelian kartu kredit, dan identitas akun internet. Kampanye Trump membeli data ini dari mitra pemasaran Facebook yang bersertifikat Experian PLC, Datalogix, Epsilon, dan Acxiom Corporation.

Pemasok data penting lainnya untuk kampanye Trump dan Proyek Alamo adalah Cambridge Analytica, LLC, sebuah perusahaan ilmu data yang dikenal karena profil psikologis pemilihnya. Seperti yang dijelaskan oleh BusinessWeek, “model statistik Cambridge Analytica mengisolasi kemungkinan pendukung yang dibombardir Parscale dengan iklan di Facebook, sementara kampanye membeli daftar e-mail dari kelompok Gingrich dan Tea Party seperti itu untuk prospek bagi yang lain.”

Model statistik dari Cambridge Analytica juga mendikte jadwal perjalanan Trump. Lokasi kampanye Trump, yang merupakan pusat pencalonan media-sentrisnya, dipilih oleh algoritme Cambridge Analytica yang menempatkan peringkat di sebuah negara bagian dengan kelompok pemilih terbanyak yang bisa dibujuk. Dikemudain hari pasca Trum terpilih, Cambridge Analytica menjadi sorotan public atas bocornya data pribadi warga amerika yang digunakna untuk kepentingan politik.

dark post, konten negatif di Facebook/ulizalinks.co.ke

Strategi Gila Trump

Kampanye biasanya menghabiskan jutaan pada data science untuk memahami pendukung potensial mereka sendiri tetapi Trump bersedia mengambil risiko dan berbicara dengan pendukung lawannya. Pada akhirnya, taruhan berisiko Trump pada iklan Facebook yang ditargetkan mikro untuk mencegah orang Amerika Afrika dan perempuan muda dari pemungutan suara dihargai dengan kemenangan kampanye kepresidenan.

Didukung oleh Project Alamo dan data yang dipasok oleh RNC dan Cambridge Analytica, Trump menghabiskan $ 70 juta per bulan untuk operasi digital, sebagian besar untuk menumbuhkan jutaan pendukung Trump, yang banyak di antaranya dicapai melalui Facebook. Sebagian besar, Trump memanfaatkan operasi digitalnya untuk selamanya – untuk mengidentifikasi pendukungnya dan untuk mengumpulkan uang, pada akhirnya mengumpulkan $ 275 juta dalam bentuk sumbangan melalui Facebook. Namun, ketika momentum dan dukungan publik Trump merosot dalam minggu-minggu terakhir kampanye, tim digitalnya merencanakan upaya terakhir untuk menggunakan iklan Facebook melawan pendukung Hillary Clinton.

Baca Juga: Hal yang Harus Dipelajari Kampanye Politik dari Digital Marketing

Trump tidak hanya menggunkana campaign digital untuk membangun basis masa pendukungnya sendiri tapi juga untuk mengunpulkan dana donasi kampanye yang diputar lagi sebagai iklan. Bukankah ini ide yang sangat menarik sekaligus gila. Namun, yang paling gila adalah trump justru menyerang konstituen Hillary, bukan untuk berbalik mendukungnya tapi untuk mencegah para konstituen Hillary dating ke tempat pemilihan.

Kemenangan pemilihan presiden Trump adalah operasi kampanye digital paling sukses dalam sejarah Amerika. Senjata rahasia di gudang digital milik Trump adalah Project Alamo, databasenya dari 220 juta orang di Amerika Serikat, dan Platform Iklan Facebook. Dengan memanfaatkan alat periklanan canggih Facebook, termasuk Facebook Dark Posts, Facebook Audience-Targeting, dan Pemirsa Kustom Facebook dari Daftar Pelanggan, kampanye Trump dapat secara diam-diam menargetkan pendukung Hillary Clinton dan secara terselubung mencegah mereka pergi ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara.

Bukti betapa dahsyatnya kampanye digital mengubah peta politik secara radikal. Startegi yang sama sebenarnya bisa dilakukan dalam skala pemilihan local di Indonesia. Meskipun tidak sebesar dan semasif apa yang dilakukan Trump (iyalah, kan itu presiden amerika) para calon kepala daerah atau calon legislative di indonesia dapat menerapkannya dalam skala lebih kecil.

baca juga tulisan lain tentang Kampanye Politik Dgitial

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top