Manusia Modern Hidup Tanpa Privasi

privasi data manusia modern
Headline MediaLeave a Comment on Manusia Modern Hidup Tanpa Privasi

Manusia Modern Hidup Tanpa Privasi

Mungkin bagi banyak orang indonesia tidak sadar bahwa merebaknya kasus cambridge analytica adalah sebuah bencana sosial yang sangat besar. Bencana sosial cum digital yang yang sangat mengerikan. Mungkin ada yang berfikir apa ruginya cambirdge analytica mengambil data kita toh semuanya baik-baik saja, tidak terjadi apaun pada diri kita. Tidak ada uang yang berkuang atau barang yang tiba-tiba lenyap. Namun yang kita tidak sadari adalah data diri kita diambil, dilihat dan diolah untuk kepentingan sebuah perusahaan tertentu, bisa jadi hal yang “normal” jika data itu digunakan untuk kepentingan bisnis murni. Cambirdge analytica memanfaatkan data itu untuk digunakan memanipulasi opini publik, singkatnya data tersebut bisa digunakan untuk mengubah opini publik sebuah negara.

Singkatnya begini, siapapun punya data pribadi yang sangat sensitif seperti isi dompet, isi hape, isis tas, kamar pribadi, hingga folder pribadi di komputer kita. Apa yang akna kita lakukan jika seseorang melihat isi dari beda atau ruang pribadi kita. Jawabannya pasti sebagian besar diantara kita marah. Apa yang terjadi jika orang lain tidak hanya melihat, tapi juga mengambil, mengolah dan memanfaatkannya untuk kepentingan “si pengintip”. jawabannya pasti marah besar. Namun kita semua seperti tidak sadar saat hal paling pribadi pada diri kita diambil orang lain.

Kasus cambridge analytica adalah salah satu yang terlihat dan terekspos publik, padahal permainan jual beli data sudah sangat masif terjadi di dunia industri digital.

Sebagain dari kita pasti berfikir bahwa semua aplikasi dan website yang kita gunakan adalah gratis, padahal anggapan itu jelas salah. Kita semua adala user, pengguna yang membayar mahal untuk setiap aplikasi yang kita gunakan. Di setiap aplikasi itu kita memberikan data pribadi dengan suka rela seperti data demografi umum hinga data prilaku sehari-hari. Apa yang kita cari, kita baca, kita lakukan, tempat yang dikunjungi hingga rute sehari-hari perjalanan. Semua hal itu terekam dalam sebuah sistem big data.

Semakin modern sebuah komunitas semakin menjadikan ruang private sebagai wilayah yang sangat sensitif. Contohnya rumah-rumah di wilayah perkotaan dengan pagar tinggi hingga kehidupan apartemen yang sangat tertutup. Membatasi guyub dan tersandara pada ruang pribadi masing-masing. Namun tanpa sadar di dunia yang lain privasinya justru diumbar dan terpublikasi lebih luas.

Mereka yang bikin vlog pribadi di kamar atau menulis curhat di sosial media atau blog seolah merasa dirinya sedang sendiri dan merasa nyaman. Namun di sisi lain tanpa disadari justru mempublikasikan dirinya ke khalayak yang lebih luas.

Baca Juga:  Sejarah Malioboro, Intrik Jawa-Cina Hingga Dunia Sastra

Tanpa disadari semua aktivitas digital terekam dengan baik. Maka munculah sebuah anggapan jika sosial media lebih tahu diri kita dibanding diri kita sendiri. Sosial media atau aplikasi digital merekam semua kegiatan anda setiap hari, setiap saat. data yang terekam itu dijual dan dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis.

Jadi jika anda merasa semakin modern manusia proteksi pada privasinya lebih besar dan lebih ketat, anggap itu tidak sepenuhnya benar. Justru semakin modern manusia, semakin terikat dengan tekhnologi maka privasinya semakin terbuka lebar. Manusia dan prilakunya hanya menjadi sedertes angka dan kode alogaritma yang di proses sebuah mesin lalu digunkana untuk membentuk pola pikir seseorang.

untuk itulah penting menjadi data dan aktivitas di dunia digital, dan penting pula untuk menjaga akal sehat supaya kehidupan tidak digerakan oleh media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top