Menjadikan Email sebagai Senjata Memenangkan Pilkada

Pilkada political digital campaign1 Comment on Menjadikan Email sebagai Senjata Memenangkan Pilkada

Menjadikan Email sebagai Senjata Memenangkan Pilkada

Kampanye politik menjadikan ruang pekerjaan baru dalam sebuah kontestasi nasional. Semakin lama platform untuk menjangkau pemilih semakin banyak, media luar ruang konvensional memang masih penting. Namun wahana baru akibat semakin berkembangnya tekonlogi tak dapat dikesampingkan. Tak ada keraguan bahwa kampanye politik dalam pemilihan presiden 2014 sangat radikal dan menjadi contoh bagaimana media sosial menjadi ajang perang terbuka. Bibit itu sudah mulai disemai sejak pilkada jakarta dimana jokowi-ahok dikawal pasukan JASMEV (Jokowi-ahok social media volentere). JASMEV kemudian berkembang saat pilpres 2014 dengan menjadi pasukan inti pemenangan jokowi, dan di pilkada jakarta 2017 –meski tidak diakui oleh sesepuh jasmev- mereka terlibat dalam pemenangan ahok.Dengan rata-rata manusia indonesia yang sudah sadar teknologi sekaligus familiar dengan gadget dan internet, platform untuk menjangkau pemilih makin banyak, ini membuat proses menjangkau lebih mudah dan disisi lain perjalanan mengkonversinya menjadi lebih rumit dari sebelumnya.

Dengan menjamurnya saluran media dalam dunia serba digital dan terkoneksi internet lantas bagaimana calon pemilih dapat menentukan pilihan ?.  artikel ini adalah seri pertama bagaimana mengakuisisi calon pemilih menjadi pemiih aktif bahkan menjadikannya “voice” dengan digital marketing for political campaign khususnya dengan email. Tidak sekedar memilih tapi menjadi “influence” bagi calon pemilih lain.Meskipun banyak saluran digital untuk menjadi sarana kampanye seperti facebook, twitter, instagram, youtube, hingga website tetap saja email masih sangat berguna.

Di indonesia pemanfaatan email masih belum banyakdigunakan sebagai sarana kampanye. Padahal email sangat tertarget bersifat personal, informasi cepat tersampaikan dan yang lebih penting Low Cost High Value. Sebenarnya Email terus menghasilkan ROI yang tertinggi di pasarana, biaya akuisis yang  paling murah untuk setiap rupiah yang dibelanjakan. Politisi yang mengirim email kepada calon pemilih tidak berbeda dengan merek yang mengirim email kepada pelanggan-pelanggannya. Berikut adalah empat tips untuk kesuksesaan penggunaan email  untuk menjaring sebanyak mungkin leads (potensial pemilih) hingga menjadi pemilih aktif.

1. keberhasilan sebuah email marketing tidak lagi ditentukan oleh berapa banyak yang membuka pesan, namun seberapa efektifnya pesan dalam mendorong prilaku individu dalam membuat keputusan. Pesan yang lebih dekat dan personal melebihi teknik apapun seperti mengirim pesan secara serampangan “boom” berupa ledakan atau flooding. Beberapa orang menyebtunya teknik batch-blast, teknik ini hanya menghasilkan ledakan yang tidak efektif dalam kampanye politik. Efeknya justru bisa saja buruk jika tidak dikelola dengan baik. Dalam pemilu amerika terjadi masalah saat email kampanye dari Donald Trum justru masuk ke folder Spam.

Gunakanlah menajemen yang baik dalam mengelola daftar email yang dimiliki serta kirimkan pesan sesuai dengan konteksnya. Targetkan pesan ke segmen yang sesuai untuk menghindari ROI yang buruk dan berdampak negatif pada kempanye politik yang dilakukan. Email yang ditandai sebagai spam akan menerima tingkat keluhan yang tinggi karena tidak melibatkan calon konstiuen. Jujur saja saat ini warganet sangat melindungi emailnya dari berbagai pesan masuk yang tidak dikenal.

Kebanyakan orang tidak terlalu suka dengan email-email berbagai promosi baik itu berupa produk barang dan jasa, maupun email-email kampanye politik. Susun dan kelola daftar email dengan seksama sebelum mengirim dan memastikan konten relevan, tepat waktu, dan ditargetkan pada penerima yang tepat.

2. hal kedua yang penting untuk dilakukan adalah melakukan kampanye secara cross-channel. Tidak ada satupun media yang berdiri sendiri digunakan sebagai sarana kampanye politik, perlu adanya strategi untuk menggabungkan banyak saluran kampanye menjadi lebih terintegrasi.

Dalam penggunaan email untuk kampanye politik penting untuk melakukan analisa prilaku online dan offline dari target khalayak yang ingin digapai. Analisis ini dapat meliputi karakteristik unik dari masing-masing demografi maupun individu. Nilai data ini terletak pada kemampuan seorang digital marketer untuk membantu politisi menyajikan konten berdasarkan saluran komunikasi pilihan khalayak.

Tugas seorang manajer kampanye, dalam hal ini yang bertanggungjawab dalam penggunaan kampanye politik secara onlien adalah mengetahui kumpulan pemilih mereka.

Di Amerika serikat pada masa pemilihan presiden kemarin, Hillary Clinton dan Donald Trump menargetkan pemilih Millennial yang berpengaruh melalui kampanye lintas channel mereka. Menurut satu survei, satu dari tujuh pemilih melaporkan melihat iklan Instagram, Twitter, dan Snapchat yang mendukung kedua kandidat tersebut, dalam jangka waktu yang sama.

Hal yang  sama di indonesia terjadi pada masa pilpres 2014 dan pilkada jakarta 2017, khususnya di putaran kedua. Untuk itulah  Manajer  kampanye harus menguasai tentang analisis web dan pengelolaan konten seperti pada eksekusi email dan media sosial. Hal ini penting untuk menunjukan difrensiasi antar kandidat. Sekaligus menonjolkan kandidatnya dibanding kandidat yang lain.

3. poin ketiga yang harus menjadi perhatian dalam kampanye politik melalui meial adalah pembuatan materi email yang baik dari subjek hingga isi. Tidak bertela-tele, cendrung singkat, padat dan membuat penasaran untuk kemudian ditransfer ketempat lain, seperti akusisi data atau sekedar membuka website kampanye. Pada tahun 2012, kampanye Obama menyesuaikan kampanye emailnya dengan satu baris subjek sederhana: “Hei.” Sifat sederhana dan sederhana dari satu kata ini menarik perhatian jutaan orang Amerika karena rasanya seperti membuka email dari teman lama manapun.

Pelajaran dari kampanye email ini penting, yang mengarah ke peningkatan tingkat terbuka dan rasio klik-tayang dan keterlibatan yang lebih baik. Kesederhanaan sangat penting untuk kampanye Obama, tapi bagaimana bisa belajar dan mengetahui mana yang berhasil dan mana yang tidak? Jawabannya adalah testing atau Pengujian.

Politisi tidak mungkin ahli dalam teknik pengoptimalan pemasaran email, untuk itulah diperlukan seorang digital marketing yang memang khusus dalam mengelola kampanye politik dan mampu menjalankan A / B testing sederhana dari baris subjek email. Hal tersebut adalah cara mudah dan praktis untuk mengidentifikasi apa yang kemungkinan akan ditanggapi oleh penerima Anda.

4. poin terakhir yang penting untuk dilakukan adalah conten kampanye, baik itu berupa desain, foto, video hingga konten berupa tulisan. Survei membuktikan tampilan memiliki kemampuan untuk menarik konstituen hingga 80%, dan tulisan mampu meyakinkan keputusaan seseorang hingg 83%. Dalam survei Adobe baru-baru ini, konsumen menampilkan display (65 persen) sebagai aspek yang paling penting dalam hal pengalaman konten dalam kehidupan pribadi mereka, dan 54 persen mencantumkan keseluruhan desain yang baik – seperti tata letak dan fotografi yang menarik – sama pentingnya.

Buat desain yang menarik dan bagus untuk menghasilkan leads yang banyak, lalu gunakan copywriting bagus untuk mengkonversinya jadi konstituen yang loyal.

Apakah anda calon yang ingin bertarung di pilkada ataukah seorang manajer kampanye, namun yang penting adalah bagaimana anda dapat menangkap peluang dan melihat sejauhmana proses kampanye secara digital dapat bekerja secara efektif. Kampanye politik pada intinya adalah menangkap suara sebanyak mungkin menjadi leads (calon pemilih) dan di konversi menjadi suara yang keluar di bilik.

Dalam kampanye politik menggunakan email menjadi kunci kesusksesan artinya adalah menghasilkan konversi sebanyak mungkin dari leads yang ada dengan melakukan manajeman yang baik pada daftar email yang tersedia.Rancang perpesanan customer-centric yang relevan dan tepat waktu, maksimalkan teknik cross-channel, dan pastikan desain Anda bagus. Kampanye politik dengan email  dengan pemenuhan kriteria itu dapat memiliki potensi besar memenangkan pertarungan.

One thought on “Menjadikan Email sebagai Senjata Memenangkan Pilkada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top