Pentingnya Kolaborasi untuk Pencegahan Stunting di Indonesia

Headline SponsordLeave a Comment on Pentingnya Kolaborasi untuk Pencegahan Stunting di Indonesia

Pentingnya Kolaborasi untuk Pencegahan Stunting di Indonesia

Beberapa waktu ke belakang istilah stunting sering terdengar baik di surat kabar atau berita di telivisi. Hal ini menunjukan betapa pentingnya pemahaman yang utuh tentang stunting dan bagaiaman mencegahnya. Pencagahan Stunting bertujuan untuk mencapai Indonesia Sehat yang merupakan salah satu dari program dari agenda ke-5 Nawa Cita, Yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Seperti yang dilansir dalam laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Stunting atau perawakan pendek menjadi fokus permasalahan gizi pada anak di Indonesia belakangan ini karena adanya peningkatan persentase anak balita yang mengalami stunting dari tahun 2010 sebesar 35,6%, di tahun 2013 menjadi 37,2%. Angka ini cukup tinggi mengingat angka batasan yang ditetapkan WHO yaitu 20% balita stunting dalam satu negara.

Upaya untuk menurunkan tingkat stunting tidak hanya dilakukan oleh Indonesia saja, namun juga sudah menjadi program WHO (World Health Organization).

Kampanye Nasional Pencegahan Stunting secara nasional. Seruan ini dilakukan di Monumen Nasional / sumber foto: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Salah satu upaya pemerintah khususnya Kementrian Kesehatan dan sektor-sektor terkait untuk menekan angka stunting agar tidak mengalami peningkatan lagi di tahun 2019 adalah dengan penyebarluasan informasi mengenai informasi, sehingga masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak peduli menjadi lebih peduli terhadap tumbuh kembang anaknya.

Mungkin teman-teman pernah mendengar himbauan di media massa atau di baliho-baliho pinggir jalan atau di fasilitas-fasilotas kesehatan “Cegah Stunting itu Penting“. Memang, mencegah stunting sepenting himbauan-himbauan itu. Pasalnya, bukan hanya pertumbuhan fisik saja yang akan diakibatkan oleh kondisi stunting ini, terhambatnya pertumbuhan otak, dan permasalahan-permasalahan kesehatan di masa depan terkait penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan lain-lain, selain itu stunting juga bisa menjadi penyebab obesitas atau kegemukan di masa yang akan datang. Seperti yang kita ketahui obesitas bisa menjadi jalan masuk penyakit-penyakit masuk ke dalam tubuh. Dalam skala besar, stunting jika tidak ditangani sejak dini akan menurunkan derajat kesehatan dan angka harapan hidup suatu negara, juga bisa menyebabkan turunnya produktifitas. Sebelum masuk ke pencegahan, mari kita cari tahu dulu apa saja sih penyebab stunting itu sendiri?

source: katadata

Penyebab Munculnya Stunting

Stunting adalah permasalahan gizi yang disebabkan oleh banyak faktor. faktornya sangat beragam, dari mulai faktor gizi hingga lingkungan tempat tinggal ibu dan bayi.

Penyebab pertama dari Stunting kurangnya asupan gizi, bukan hanya asupan gizi balita sejak dilahirkan namun juga sejak masa kandungan. Maka dari itu dikenal dengan 1000 hari pertama kehidupan, yang menjadi ujung tombak kesehatan balita. 1000 hari ini terhitung sejak bayi dalam kandungan sampai dengan usia 2 tahun. Masa ini disebut-sebut sebagai masa keemasan, dimana pertumbuhan dan perkembangan paling signifikan selama masa hidup adalah sampai bayi berusia 2 tahun. Asupan gizi yang kurang, khususnya energi dan protein akan menyebabkan permasalah gizi, baik itu stunting atau bahkan gizi buruk. Beberapa penelitian menyebutkan kurangnya asupan zat gizi-zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral lainnya juga bisa menyebabkan stunting, oleh sebab itu pentingnya pemberian makanan yang bergizi, cukup, dan berimbang.

kedua yang menjadi penyebabnya adalah Penyakit Infeksi, adanya penyakit infeksi menyebabkan penyerapan zat gizi tidak sempurna. Penyakit infeksi ini beruhubungan erat  dengan kebersihan dan sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, atau penanganan sampah.

Penyebab berikutnya yang ketiga yaitu Genetik, beberapa penelitian menyebutkan bahwa  stunting bisa jadi karena keturunan. Seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Annyta (2018), menyatakan bahwa ibu dengan perawakan pendek berisko 2,1x memiliki anak balita yang stunting.

selain itu ada juga faktor yang harus sangat diperhatikan untuk mengurangi faktor resiko stunting adalah  ASI Eksklusif,.  pemberian Air Susu Ibu full tanpa tambahan apapun sejak bayi dilahirkan sampai dengan usia 6 bulan. Karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Pendapatan Keluarga juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi. rendahnya pendapatan keluarga menjadi faktor tidak langsung terhadap kejadian stunting. Karena pendapatan yang rendah, sehingga tidak mencukupi untuk memberikan asupan gizi. Namun hal ini bisa diatasi dengan mengganti bahan-bahan makanan yang mahal dengan bahan-bahan makanan yang lebih terjangkau, namun nilai gizinya sama.

berikutnya yang terakhir adalah Pola Asuh, pola asuh berkaitan dengan pendidikan dan pengetahuan orang tua, baik pengetahuan terkait gizi dan makanan,  juga terkait kesehatan anak; bagaimana pengasuhan agar anak tumbuh sehat dan aktif. Pola asuh pun berkaitan dengan usaha ibu dalam menjaga kandungan sebelum bayi dilahirkan, apakah sering berkunjung ke bidan untuk mendapatkan penangana-penanganan medis yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil atau tidak.


Poin Penting dalam Pencegahan Stunting

seperti sudah diuraikan sebelumnya mengenai faktor penyebab stunting sangat beragam dan tidak hanya satu faktor. untukitulah pencegahan stanting juga tidak hanya berfokus pada satu atau dua faktor saja tapi sangat banya. harus menjadi kewaspadaan dan pemahaman bersama faktor resiko penyebab stunting bisa dari orangnya hingga lingkungan.

secara umum hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting, yakni perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih. Berikut ini hal yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya stunting menuju Indonesia Sehat;

  1. Rutin periksakan kandungan ke bidan atau tenaga kesehatan sejak anak masih dalam kandungan.

Ibu disarankan melakukan cek kesehatan secara rutin ke bidan atau dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kehamilan. Dengan memerika secara rutin, para ibu akan mendapat masukan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Selain itu hal in sangat bermanfaat dan cepet menditeksi jika ada sesuatu yang buruk terjadi, sehingga akan cepat diantisipasi.

  1. Ibu makan dan memberikan anak makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang.

Pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, yaitu dimulai saat Ibu tengah mengandung. Lembaga kesehatan Milenium Challenge Accont (MCA)-Indonesia menyarankan Ibu hamil memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi, terutama asupan zat besi. Untuk itu, sebaknya di masa kehamilan Ibu mengonsumsi makanan bergizi. Bila perlu, Ibu juga dapat mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter.

  1. Berikan ASI Eksklusif sampai anak berusia 6 bulan.

Menurut WHO ASI sebaiknya diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang dikandungnya sudah mencukupi untuk 6 bulan pertama kehidupan. Penelitian-penelitian terbaru menemukan berbagai manfaat ASI yang tidak terkira sehingga diperolehlah rekomendasi ASI Eksklusif 6 bulan.

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Yang Maha Kuasa untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan mudah dicerna oleh bayi baru lahir.

  1. Setelah 6 bulan berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang beragam, bergizi, dan seimbang. Tetap selingi dengan ASI sampai anak berusia 2 tahun.

Manfaat MP-ASI adalah untuk menambah energi dan zat giziyang diperlukan bayi karena ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi secara terus-menerus. Tujuan pemberian makanan tambahan adalah untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, menghindari terjadinya kekurangan gizi, mencegah risiko malnutrisi, defisiensi mikronutrien.

Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak

  1. Calon ibu harus menjaga status gizi dan kesehatan untuk mengurangi risiko melahirkan bayi yang stuntingatau mengalami permasalahan gizi lainnya.

Bagaimana gaya hidup Ibu sebelum hamil? Apabila Ibu memiliki kebiasaan buruk, seperti merokok, meminum alkohol, atau melakukan gaya hidup tak sehat lainnya, sebaiknya mulai dihentikan. Hal ini bisa berpengaruh kepada si Kecil di dalam kandungan. Apalagi, apapun asupan yang masuk ke dalam tubuh Ibu, akan ikut diserap oleh si Kecil, baik itu positif maupun negatif.

  1. Jaga Kebersihan Lingkungan

Tak hanya menjaga asupan yang masuk ke dalam tubuh, Ibu juga perlu memerhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Umumnya, daya tahan Ibu hamil menurun, sehingga rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit. Apabila lingkungan Ibu bersih dan sehat, risiko terserang berbagai penyakit juga ikut berkurang.

lingkungan menjadi poin sangat penting khususnya sanitasi dan akses air bersih untuk ibu dan anaknya.

Kondisi kebersihan lingkungan yang tidak terjaga bisa menjadi tempat kuman penyebab penyakit untuk berkembang biak. Hal ini tentu dapat memperbesar risiko anak terinfeksi berbagai penyakit, seperti diare. Menurut hasil studi dari Harvard Chan School, diare merupakan faktor ke-tiga penyebab stunting pada anak.

stunting

Syahdan,

Pemerintah menaruh perhatian yang besar terhadap upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang, stunting, melalui peningkatan kesehatan mulai dari remaja selaku cikal bakal keluarga. Selanjutnya, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil yang akan melahirkan generasi bangsa, bayi-bayi dan Balita yang akan tumbuh menjadi penerus negara.

Hal ini dikarenakan bahwa masalah stunting bukan hanya gangguan pertumbuhan fisik (bertubuh pendek/kerdil) anak, melainkan juga mengganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Penegahan dan penangan masalah stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, namun juga memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat serta pemangku jabatan seluruh lapisan yang terorganisir dan terencana. Stunting tidak hanya berdampak pada masa depan anak, namun juga pada masa depan generasi bangsa yang kelak akan meneruskan estafet perjuangan menuju bangsa yang sejahtera dan berkeadilan sosial.

Edukasi tiada henti harus terus diupayakan pada masyarakat luas khususnya pada calon orang tuan dan orang tua untuk menjaga buahhatinya. Para Ibu adalah garda terdepan dan pertama dalam program pencegahan stunting. namun, Peran pemerintah dan masyarakat luas juga sangat penting serta menyadarkan kita semua untuk bergotong royong serta berkolaborasi menuju Indonesia Sehat melalui Pencegahan Stunting, karena Mencegah Stunting itu Penting.

Bahan Bacaan:

sehatnegeriku.kemkes.go.id

depkes.gi.id/ Penurunan Masalah Balita Stunting

tnp2k.go.id / sekertariat wakil presiden Buku Stunting

media online: kompas.com, detik.com, katadata.go.id

Sumber Diagram Data:

Katadata.co.id / Databox 

Sumber Foto:

Foto Utama: sehatnegeriku.kemkes.go.id / Presiden Jokowi /Klik Disini

Foto Kedua: sehatnegeriku.kemkes.go.id / Kampanye Monas Klik Disini

Sumber Infografis:

Desain by Aziz Ngashim

Sumber Video:

Youtube Kementrian Kesehatan RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top