Memenangkan Pilkada Lewat Poster

Pesatnya perkembangan demokrasi di indonesia melahirkan banyak gaya baru dalam berkampanye. Pemilihan presiden, pemimpin daerah hingga calon legislatif yang merupakan bagian dari tolak ukur kehidupan berdemokrasi di indonesia banyak memunculkan keramaian baru. Hidup berubah, demokrasi berkembang namun startegi kampanye tidak banyak berubah. Yang paling mencolok adalah branding dari para peserta pilkada.

Hal yang sangat penting namun selalu dipinggirkan. Banyak orang yang belum melihat urgensi dari proses personal branding, khususnya dalam mengirimkan pesan atau mempromosikan diri para calon legislatif ke para calon pemilih. Hal ini dapat dilihat dari poster dan foto kampanye para peserta pilkada yang hampir selalu sama. Bahkan bisa dikatakn mayorita sama. Tidak adanya difrensiasi membuat para pemilih selalu mengatakan “memlih siapapun semuanya sama”.

Para calon selalu beranggapan bahwa yang penting bagaimana visi misi kampanye dan janji-janji politik dalam mengambil hati warga. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar. Tentu saja visi dan misi penting, tapi dalam mengambil hati warga personal branding menjadi sangat penting.

Dalam bisnis selalu di katakan “makanan enak belum tentu laris, yang penting marketingnya”. Hal itu sangat benar, tanpa marketing yang bagus sebuah produk yang baik akan sangat susah untuk berhasil. Banyak faktor dalam proses branding seseorang untuk pilkada, salah satu faktor penting yang sering dilupakan adalah desain branding kampanye.

poster kandidat di jepang
poster pilpres jerman
poster capres di prancis

Coba lihat bagaimana poster-poster para calon kepala daerah dengan bentuk yang selalu sama. Pakaian jas dengan peci hitam serta posisi badan sama, dengan latar belakang merah putih atau berwarna mencolok sesuai partai pendukung. Kita akan menemukan ini di semua tempat di indonesia. Dan kita lama-kelamaan akan bosan karena tidak menarik, tidak ada nilai unik yang membuat warga atau pemilih terkesan.

Meskipun pencitraan atau branding selalu dkritik sebagai kamuflase toh tak ada satupun kandidat yang tidak melakukan pencitran. Salah tau teknik pencitraan yang paling utama dalah melalui media foto. Sebuah foto dapat memberikan pesan politik yang efektif untuk membentuk citra seseorang. Sebuah foto mampu memberikan kenyataan dalam bentuk visual yang berperan besar mempengaruhi opini warga. Realitas dalam voto menjadi sangat penting, untuk itulah media foto yang digunakan untuk kampanye harus sangat diperhatikan.

Sebuah branding kampanye politik dapat berfungsi sebagai pengikat pesan yang disampaikan tokoh politik kepada masyarakat. Aktivitas branding adalah upaya membangun citra positif, sehingga dengan desain branding yang tepat, sebuah kampanye tokoh politik dapat dengan mudah appealing/menarik bagi segmen masyarakat yang dituju. Selain itu, pesan yang disampaikan pun dapat terbantu lebih mudah dipahami, seperti “Siapakah Anda? Apa yang Anda perjuangkan? Bagaimana rencana kerja Anda nanti?”

Di Indonesia, aktivitas branding untuk sebuah kampanye politik masih tergolong hal yang baru. Namun, di negara lain, terutama Amerika, aktivitas branding dalam sebuah kampanye politik sudah dipraktekkan sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

poster yang seragam
poster dan baliho yang membosankan

 

 

 

 

 

 

 

 

Fungsi utama branding politik adalah sebagai identitas seorang kandidat dalam pemilihan.  Identitas itulah yang membedakan kandidat yang satu dengan yang lain. Bagaimana tampilan poster/foto seorang kandidat dapat merangsang pemahaman publik tentang gambaran seorang kandidat yang akan dipilih. Misal gambaran prabowo yang tegap dan gagah menggambarkan sosok yang kuat, pemberani dan tegas, sedangkan gambaran jokowi yang syahdu, kecil dan senyum menggambarkan sosok yang ramah dan low profile.

Fungsi kedua adalah menyampaikan nilai dan pesan yang akan dibawa oleh sang kandidat.  Nilai yang dianut itu akan mengirim pesan tentang hal-hal baik yang dikirimkan untuk merangsang keputusan warga. Tidak terlalu banyak kandidat yang menyadari bahwa Branding yang baik sebenarnya merupakan sebuah metode komunikasi yang baik. Dengan desain sebuah produk kampanye yang tepat, foto/gambar tersebut dapat menyampaikan pesan kepada publik  bahkan tanpa bantuan iklan yang mahal.

Yang ketiga adalah kredibilitas, jika desain jelek dan pas-pasan orang berfikir kandidat ini tidak serius dan semaunya sendiri. Desain yang keren akan tampak positif dihadapan masyarakat dan menambah aura positif kepada sang kandidat.  Kredibilitas merupakan bentuk inovasi yang berkelanjutan, kampanye yang agresif dan memberikan keunggulan yang dijanjikan dalam visi atau janji. Agar kredibilitas kandidat tumbuh ketingkat yang lebih tinggi, publik harus dapat dengan mudah mengasosiasikan kandidat dengan wilayahnya. ketika seorang kandidat  masuk kedalam benak masyarakat, kredibilitasnya akan mulai dibentuk.

3 kandidat tampil dengan wajah baru dan tampilan poster yang segar. terlihat perbedaan dan keunikan masing-masing kandidat

Untuk itulah desain sangat penting bagi kandidat, belum banyak kandidat yang melakukan itu. Sejauh ini hanya pilkada jakarta yang berhasil membangunnya. Sebeulnya jokowi-ahok tampil dengan branding luar biasa, pada pilkada 2017 ini 3 kandidat agus-silvi, basuki-djarot, dan anies –sandi berhasil meramaikan pilkada dengan tampilan visual yang keluar dari pakem kjebiasaan calon-calon yang membosankan di daerah lain.

sebagai contoh di amerika calon-calon persiden biasanya sudah membranding dirinya dengan logo-logo khusus dan monumental. logo-logo ini menjadi ciri khas yang selalu ada disetiap pemilihan presiden amerika. simbol diamerika sangat penting dalam proses pemilihan presiden, berbeda dengan poster yang jarang sekali digunakan.

sedangkan di eropa poster kandidat yang digunakan untuk branding selama pemilihan terlihat lebih sederhana dan fokus pada wajah. eropa terlihat lebih menonjolkan sisi human interest dalam setiap foto kampanyenya, fokus pada wajah dan selogan utama yang diusung. ini terlihat dari poster pemilihan presiden di prancis dan poster-poster kampanye di jerman. jepang pun mengadopsi hal yang sama, fokus pada wajah dan dengan desain yang seragam hampir di semua kandidat. saya kira mungkin orang-orang politik memang tidak kratif, takut out of the box dan cendrung kaku serta tradisional.

dunia sudah berubah ke arah digital dimana kekuatan visual semakin penting dalam sebuah kampanye politik. saya kira desain menarik yang sesuai dengan jati diri kandidat sangatlah penting memenangkan pertarungan. saat semua kandidat sama, maka dia yang mampu tampil lebih menarik dan menawan dipublik akan jadi faktor kunci pemenangan.  pilkada itu seperti sebuah toko kue dan publik adalah pembelinya, saat para pemilih tidak tahu mana yang paling enak maka mereka akan memilih yang hadir dengan kemasan dan tampilan paling menarik.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.